Jumat, 24 Desember 2010

kotak karena individu? meminjam istilah teman..

Kotak karena individu ?

Jika saya menyuruh anda untuk menggambar bola, maka bola apa yang akan anda gambar?
  1. Bola basket
  2. Bola volly
  3. Bola tennis
  4. Bola sepak
  5. Bola sepak

Anda lihat sendiri bukan? Hanya satu kata saja, “Bola” dan begitu banyak pilihan yang tersedia. Tinggal hati anda yang menentukan.
Tulisan ini hanya berisi sedikit pemikiran saya yang sangat kerdil. Saya dilahirkan, tumbuh dan besar di lingkungan yang beragama. Tanpa perlu saya sebutkan agama apa yang saya anut (saya tidak mau ada SARA disini), saya rasa anda semua sudah tahu. Sebenarnya apakah agama itu? Kalau saya boleh mengutip salah satu ucapan teman saya sih, katanya agama hanyalah buah pemikiran manusia saja.

Lalu bagaimana dengan saya? saya tahu dan saya percaya, ada Tuhan diatas sana, ada yang maha kuasa atas segala kehidupan di dunia ini. Tapi seperti apa Tuhan itu, saya tidak tahu.
Terkadang saya merasa Tuhan ada di dekat saya, namun tak jarang saya merasa Tuhan jauh sekali dari hati saya. Ada hal yang nggak make sense tentang konsep Tuhan untuk saya, tapi bukan berarti saya menjelekkan agama tertentu. Bukan begitu yang saya maksud. Semua agama itu baik, selama yang diajarkan juga baik, hanya individunya saja yang mengkotak-kotakkan konsep Tuhan itu.

Tuhan itu satu, hanya kita yang berbeda. Tuhan mengajarkan baik, hanya manusia yang memberikan implementasi berbeda. Tuhan menyayangi kita, hanya manusia yang tak sadar (termasuk saya). Jadi janganlah lagi mengkotak-kotakkan konsep Tuhan dalam bingkai agama yang terlalu ekstrem. Apapun dan bagaimanapun agama dan Tuhan kita, selama itu baik, maka mari kita berdamai (berdamai dengan diri sendiri dan umat lain). Saya tengah mengalami persimpangan dengan konsep Tuhan. Saya tidak atheis, hanya saya kurang mengerti Tuhan akan menuntun saya dalam bentuk apa nanti. Tuhan yang tahu betapa besar kecamuk yang melanda hati saya malam ini. Dan saya yang memutuskan untuk mencari jawabannya. Bukan anda, kamu, atau yang lain. Saya tidak mau menjadi “kotak” karena orang lain. Saya ingin menjadi yakin ketika memang hati saya sudah yakin dengan “kotak” yang akan saya pilih nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar