Senin, 12 Maret 2012

Mengakui Kredibilitas Perempuan Berdasarkan Unwritten Law

Suatu kebanggaan bahwa saya dilahirkan sebagai seorang perempuan dengan segala kodratnya. Menjadi seorang perempuan bukanlah hal yang membuat kita merasa bahwa kita tidak bisa melakukan apa yang biasa dilakukan oleh kaum adam. Itu adalah stereotype yang salah dan entah kenapa sampai blog ini saya terbitkan pun masih saja hal itu berkembang. Tidak bisa dipungkiri bahwa strata kaum adam di dalam lingkungan kita tentunya berada di atas strata kaum hawa. Tetapi juga bukanlah suatu kesalahan apabila kaum hawa mencoba melakukan apa yang dilakukan oleh kaum adam. Menurut saya itu bukanlah dimaksudkan untuk menyaingi kaum adam, tetapi lebih dari itu, semangat untuk menjadi pribadi yang jauh lebih independent menjadi alasan yang kuat.
Sebuah kultur budaya juga mempengaruhi adanya anggapan-anggapan yang beredar di masyarakat. Faktanya kita adalah perempuan timur yang hidup dengan berjuta unwritten law yang terkait dengan budaya. Misalnya saja terdapat ketetapan tidak tertulis bahwa perempuan yang di anggap baik adalah perempuan penurut yang tidak pernah membantah. Bagi saya, stereotype seperti itu sudah selayaknya diubah. Tetapi bukan berarti saya menganjurkan anda untuk menjadi pembangkang, melainkan cobalah untuk suarakan suara anda. Jangan terlalu menghiraukan unwritten law yang nantinya akan menahan anda. Buatlah hidup anda menjadi lebih bermakna dengan menyampaikan apa yang ingin anda sampaikan. Mulailah untuk berubah. Karena hidup anda berada di tangan anda, bukan pada orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar